Kembali dengan artikel lanjutan seputar mikrotik router board, dalam bahasan kali ini, kita coba untuk memberikan batasan penggunaan bandwith internet ke client dengan tujuan agar pada saat trafik internet sibuk, client pengguna internet di jaringan kantor tidak saling berebut bandwith internet yang akan menyebabkan ketidakadilan pendapatan bandwith masing-masing client.

Untuk yang masih belum mengikuti artikel sebelumnya tentang setting internet sederhana dengan mikrotik bisa cek artikel saya tentang setting internet mikrotik ya.

Langkah settingnya cukup simple sesuai nama menu pilihannya yakni simple queues, dan ini lebih kepada pembatasan bandwith untuk ip address yang ada dalam port mikrotik klien.

Buka winbox kemudian klik menu:
Queues > Simple Queues (+)

  • Name > untuk memberi nama queue
  • Target > target inilah yang nantinya digunakan untuk limit bandwidth, bisa berdasarkan IP, Subnet, dan ethernet, target ini bisa di isi lebih dari satu, target tidak harus IP lokal atau ethernet lokal, bisa juga target ke public.
  • Dst > tujuan target, sama seperti target, bisa di isi IP, subnet dan ethernet, hanya saja tidak bisa lebih dari satu.
  • Max-Limit > Jumlah batasan maksimal kecepatan Upload dan Download.
  • Bursts > untuk memberikan tambahan kecepatan bandwidth.
  • Time > untuk mengatur kapan queue tersebut diaktifkan dan di nonaktifkan, default aktif 24 jam.
  • Packet Marks > Jika anda membuat mangle untuk traffic tertentu, misal membedakan koneksi browsing dan game, maka hasil mangle tersebut bisa gunakan disini.
  • Priority > Semakin kecil ukuran priority maka semakin diprioritaskan target tersebut untuk penggunaan bandwidth. angka priority dari 1 s/d 8 tidak boleh lebih, default nya 8.
  • Parent > untuk membuat Queue secara berantai

Klik ikon “Add”

Selanjutnya isi terlebih dahulu Parameter Target Adress untuk IP Address dari client yang akan dilimit. Isinya bisa berupa: Single IP (192.168.50.10), Network IP (192.168.50.0/24), beberapa IP (192.168.50.10,192.168.50.20),

Atau juga bisa menggunakan nama interfaces dengan menekan tombol panah bawah kecil di sebelah kanan kotak isian. Untuk menentukan kecepatan maksimum client dilakukan pada parameter target upload dan target download max-limit. Bisa dipilih dengan drop down menu atau ditulis secara manual dengan menggunakan satuan bps (bit per second).

Terakhir klik Apply

Selanjutnya ada bisa langsung cek hasil limit dengan mengakses internet dari sisi klien, otomatis jika limitasi sudah berjalan speed internet akan sesuai dengan limitasi yang sudah di masukkan di simple queue tadi.

simple bukan, silahkan dicoba