Kenapa perlu setting Mikrotik untuk koneksi internet dengan ISP Indihome, atau isp lain yang sudah kami coba dengan ISP Comnet ?

Padahal klo kita koneksikan langsung dari port LAN (Local Area Network) Indihome kita bisa langsung menggunakan internet kan?

Menurut kami, keperluan setting Mikrotik di sini lebih ke arah untuk mempermudah control client pengguna internet kedepannya, semisal mau dibuat batasan / limitasi bandwith, maupun setting lain yang diperlukan.

Kembali ke judul posting, untuk setting mikrotik dengan isp indihome secara sederhana, dengan topologi seperti ini :

Internet -> Modem Indihome -> Mikrotik -> Laptop

Sebelum melakukan konfigurasi di sisi Mikrotik,Setting IP di laptop/PC yang akan kita gunakan untuk melakukan remote menjadi 192.168.100.10, dengan Subnet Mask 255.255.255.0, karena biasanya default ip address dari modem indihome diset 192.168.100.1.

Selanjutnya hubungkan Modem Indihome dengan Mikrotik menggunakan kabel UTP. Kita asumsikan Modem terhubung di port 1 Mikrotik.

Kemudian hubungkan juga laptop yang kita gunakan untuk remote Mikrotik tersebut. Kita asumsikan laptop dihubungkan di port 2 atau port 3 dan port 4 Mikrotik (bebas). Selanjutnya buka aplikasi winbox untuk remote Mikrotiknya.

Untuk winbox jika belum punya, silahkan download di htps://mikrotik.com/download

Setting IP pada interface yang mengarah ke Modem Indihome (Port 1). Karena default IP Modem Indihome adalah 192.168.100.1, maka kita setting IP di Mikrotik dengan 192.168.100.2/24.

Selanjutnya lakukan langkah yang sama seperti di atas untuk melakukan konfigurasi IP ke arah LAN (User) pada Port 2. Kita asumsikan IP di Mikrotik yang mengarah ke interface LAN adalah 192.168.60.1/24

Setelah IP selesai dikonfigurasi, selanjutnya kita akan membuat route ke arah Gateway (Modem Indihome) agar mendapatkan koneksi dari Modem.

Masuk ke menu IP > Routes. Tambahkan Route List baru dengan Dst. Address 0.0.0.0/0 dan Gateway ke arah IP Modem (192.168.100.1)

Setelah Route List ditambahkan, selanjutnya kita lakukan tes ping ke arah gateway dan internet, untuk memastikan apakah Mikrotik sudah dapat terhubung ke internet dengan baik.

Masuk ke menu Tools > Ping. Kemudian Ping ke 192.168.100.1 untuk memastikan koneksi ke gateway dan 8.8.8.8 (DNS Google) untuk memastikan koneksi ke internet. Jika dua tujuan tersebut sudah dapat diping, maka Mikrotik tersebut sudah dapat terhubung ke internet.

Selanjutnya, kita setting DNS di Mikrotik agar dapat akses internet menggunakan Domain (seperti www.google.com). Jika DNS tidak dipasang, maka tidak dapat akses ke internet menggunakan Domain. Hanya dapat akses berupa IP.

Masuk ke menu IP > DNS. Kemudian di kolom Servers isikan DNS Google (8.8.8.8). Kemudian lakukan tes ping ke google.com dan detik.com untuk memastikan DNS terpasang dengan baik.

Jika Mikrotik sudah dapat terhubung ke internet dengan baik, maka selanjutnya memastikan agar client mendapatkan akses internet dari Mikrotik. Setting NAT agar client mendapatkan akses Internet dari Mikrotik.

Masuk ke menu IP > Firewall > NAT. Kemudian konfigurasi di tab General pada kotak Chain isikan srcnat, kemudian ke tab Action isikan masquerade

Sebelumnya di Mikrotik sudah dikonfigurasi IP pada interface yang mengarah ke LAN. Selanjutnya lakukan konfigurasi juga IP di sisi client.

Karena sudah dialokasikan IP ke arah LAN dengan IP 192.168.60.1/24, maka IP yang bisa digunakan di sisi client adalah 192.168.60.2 – 192.168.60.254. Setelah IP di sisi client sudah dilakukan konfigurasi, maka di sisi client sudah dapat terhubung ke Internet dengan mendapatkan koneksi dari Mikrotik

Sampai saat ini client yang sudah diisi ip address secara manual sudah bisa mengakses internet dengan bebas.

Untuk artikel selanjutnya, admin akan posting bagaimana jika ip address di set otomatis sehingga ketika koneksi akan di alirkan ke AP / wifi, smartphone maupun jenis gadget lain bisa mendapatkan ip address otomatis sehingga bisa langsung berinternet ria.

Tunggu artikel lanjutannya ya…..